Jumat, 04 November 2011

CERAMAH MENGINGAT MATI

 Hidup hanyalah tempat persinggahan sementara. Adapun kematian,sesungguhnya merupakan awal kehidupan manusia yang kekal danabadi. Nabi Saw bersabda:
“Aku dan dunia bagaikan seseorang yang tengah mengadakanperjalanan di suatu hari yang panas, lalu berteduh sejenak di bawahrindangnya sebuah pohon, lantas pergi meninggalkan pohon itu untukmelanjutkan kembali perjalanan panjang”. (HR. Ibnu Mâjah danAhmad).Allahpun berfirman:
“Kehidupan di dunia ini bagaikan permainan dan senda gurau belaka.Sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yangbertakwa. Apakah kamu tidak berpikir?” (QS. Al-Anâm [6]: 32)Begitu jelas makna hadis dan ayat tadi. Logikanya, kalau kehidupan inibukanlah tujuan akhir, melainkan hanya persinggahan sementarauntuk sebuah perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan, makabekal apakah yang seharusnya kita siapkan untuk sebuah perjalananyamg maha panjang tersebut? Di antara hal yang dapat memotivasidiri kita untuk mempersiapkan bekal tersebut dengan sebaik-baiknyaadalah memperbanyak mengingat mati.Nabi MUHAMMAD Saw bersabda:"Perbanyakkanlah mengingati mati, niscaya kalian akan dapatmenyepelekan kelezatan dunia”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah). Kalaulah kita bersedia untuk selalu mengejar harta, pangkat dan jabatan yang hanya sementara, bahkan belum tentu semua itu dapatkita rasakan, mengapa kita tidak bersedia untuk mempersiapkan dirikita kepada hal yang sudah pasti akan kita rasakan. BukankahSakaratulmaut adalah sebuah ungkapan untuk menggambarkan rasasakit yang menyerang inti jiwa manusia dan menjalar ke seluruhbagian tubuh, sehingga tak satu pun bagian badan yang terbebas darirasa sakit itu. Malapetaka paling dahsyat di kehidupan paripurnamanusia ini, memberi rasa sakit yang berbeda-beda pada setiaporang, tergantung amal dan ibadahnya.Untuk menggambarkan rasa itu, pernah Rasulullah S.A.W berkata: “Kematian yang paling mudah adalah serupa dengan sebatang duriyang menancap di selembar kain sutera. Lantas Nabi bertanya, apakahduri itu dapat terambil begitu saja tanpa membawa bagian sutera yangkoyak?” Pada kesempatan lain Nabi Saw bersabda: “Sakitnya sama dengantiga ratus tusukan pedang.” Diriwayatkan, ketika ruh Nabi Ibrahim as akan dicabut, Allah SWTbertanya kepada Ibrahim: “Bagaimana engkau merasakan kematianwahai khalilullah (khalilullah berarti sahabat Allah)?“ Beliau menjawab, “Seperti sebuah pengait yang dimasukkan ke dalam gumpalan bulubasah yang kemudian ditarik.”“Yang seperti itulah, sudah Kamiringankan atas dirimu,” kata Allah Swt.Umar bin Abdul Aziz rahimahullah suatu hari menasehati para
sahabatnya, beliau berkata: Jika kalian melewati kuburan, lihatlah...betapa sempitnya rumah-rumah mereka sekarang.-Tanyakan kepada orang-orang kaya mereka, masih tersisakah hartamereka?-Tanyakan pula kepada orang-orang miskin di antara mereka, masihtersisakah kemiskinan mereka?-Tanyakan tentang lisan yang dengannya mereka berbicara, sepasangmata yang dengannya mereka melihat indahnya pemandangan?.-Tanyakan pula tentang kulit-kulit nan lembut dan wajah-wajah cantik jelita, tubuh-tubuh yang halus-mulus, apa yang diperbuat oleh ulat-ulat di balik kain kafan mereka? Lisan-lisan itu telah hancur, wajah-wajah cantik jelita itu telah dimakan ulat, anggota badan mereka telahterpisah-pisah berserakan.-Lalu di mana pelayan-pelayan mereka yang setia?-Di mana tumpukan harta dan sederetan pangkat mereka?-Di mana rumah-rumah gedong mereka yang banyak dan menjulangtinggi?-Di mana kebun-kebun mereka yang rindang dan subur?-Di mana pakaian-pakaian mereka yang indah dan mahal?-Di mana kendaraan-kendaraan mewah kesukaan mereka?-Bukankah mereka kini berada di tempat yang sangat sunyi?-Bukankah siang dan malam bagi mereka sama saja?-Bukankah mereka berada dalam kegelapan?-Mereka telah terputus dengan amal mereka. Mereka telah berpisahdengan orang-orang yang sangat mereka cintai, dengan harta yangmereka puja-puja, dengan gaya hidup yang mereka banggakan.Orang-orang yang mereka cintai tidak mau ikut bersamanya, hartayang mereka tinggalkan malah akan menjadi beban jika digunakanbukan di jalan yang Allah ridhai. Ketika itu, yang masih bermanfaat hanyalah tiga: shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anaknyayang shaleh yang mendo’akan dirinya.” Demikianlah nasehat dariUmar bin Abdul Aziz.Sebab Siksa KuburMa’aasyiral muslimin rahimakumullah....Disebutkan oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziah rahimahullah ta’ala,bahwa siksa kubur itu ditimpakan karena berbagai macam dosa danmaksiat, di antaranya adalah:1. Adu domba dan menggunjing.2. Tidak bersuci (cebok) setelah buang air kecil.3. Shalat dalam keadaan tidak suci (kotor).4. Berdusta.5. Lalai dan malas dalam mengerjakan shalat.6. Tidak mengeluarkan zakat.7. Berzina.8. Mencuri.9. Berkhianat.10. Menfitnah sesama umat Islam.11. Makan riba.12. Tidak menolong orang yang dizhalimi.13. Minum khamar (kalau jaman sekarang seperti: minum sempain,ngeplay, ngegele, sabu-sabu, ekstasy dan sejenisnya).14. Memanjangkan kain hingga di bawah mata kaki (menyombongkandiri).15. Membunuh.16. Mencaci sahabat Nabi.17. Mati dalam keadaan membawa bid'ah.
           Kemudian Ibnu Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa ketaatanyang bisa menyelamatkan kita dari siksa kubur, di antaranya adalah:Yang pertama, Rajin beribadah dan taat kepada Allah Swt denganikhlas.2. Mati syahid di jalan-Nya.3. Membaca surat Al-Mulk.4. Meninggal karena sakit, dan terakhir:5. Meninggal dunia pada hari Jum'at.Husnulkhotimah, adalah sebuah karunia Allah SWT yang khususdiberikan kepada manusia istimewa. Tidak ada ceritanya dalam hidupini istilah “muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga”.Husnul khotimah itu seperti hadiah untuk manusia, atas upayamanusia yang sungguh-sungguh di dalam menjalankan tugas hidup didunia ini. “Seperti mahasiswa yang belajar mati-matian, lalu lulusdengan predikat summa cum laude.” Jadi kita jangan pernah berpikir bagaimana supaya kita bisamendapatkan Husnulkhotimah terlebih dulu, tanpa amal nyata. “Kata-kata mati, harusnya mampu kita hadirkan dalam hati kita setiap hari,” Sabda Rasulullah yang menyatakan, bahwa dengan sering-seringmengingat mati menjadikan seseorang menjadi makhluk yangproduktif, cermat, dan selektif, adalah benar adanya. Ini karena setiappekerjaan yang dilakukannya dianggap sebagai pekerjaan terakhirnya.Karena maut bisa datang kapan dan di mana saja.



Kumpulan Pidato Ir Soekarno

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

“……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno)

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)

“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)

“Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)
“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)

Kamis, 27 Oktober 2011

Ceramah Alm KH Zainuddin MZ - Dasar Dan Tujuan Hidup


Assalamu’alaikum Wr. Wb

Saudara-saudara kaum muslimin rahimakumullah sesungguhnya gaya hidup seseorang sangat ditentukan oleh cara bagaimana dia memandang hidup ini, dengan kata lain bagaimana seseorang memandang hidup begitulah ia akan hidup. Oleh sebab itu untuk mengubah keadaan seseorang harus diawali lebih dahulu dengan mengubah caranya memandang kehidupan ini. Itulah sebabnya dalam surat-Nya Ar Ra’du ayat 11, Allah SWT menjelaskan yang artinya “Allah SWT tidak akan mengubah nasib dan keadaan suatu kaum sampai kaum itu berusaha mengubah apa yang ada di dalam diri mereka sendiri. Yang ada di dalam diri itu sendiri tentu tidak lain adalah “rule of thinking” bahasa kerennya, “set of mind” kata orang kulon. Cara berpikir, cara memandang kehidupan yang akan sangat mewarnai cara orang menjalani kehidupan itu sendiri. Oleh karena itu pada ceramah kali ini kita akan membicarakan tentang “dasar dan tujuan hidup dari seorang Muslim di dalam kehidupan ini”.
Yang pertama, tentang dasar dan landasan hidup seorang Muslim tak dapat lain mendasarkan kehidupannya dengan Islam. Di dalam mendasari kehidupan dengan Islam ini Allah SWT menuntun yang artinya “Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam itu secara total”, secara utuh, secara seluruhnya, jangan separo-paro, jangan sepotong-sepotong. Mendasari hidup dengan Islam artinya menjadikan Islam sebagai “way of life”, sebagai “rule of thinking”, sebagai “set of mind” di dalam kita memecahkan problema-problema kehidupan. Sehingga tidak suatu persoalan hidup yang bagaimanapun kecilnya sekalipun yang tidak tersentuh oleh nilai-nilai ajaran Islam ini. Kemudian di dalam mendasarkan hidupnya dengan Islam ia mempunyai keyakinan. Pertama, Islam sebagai dasar hidupnya adalah agama yang sesuai dengan fitrah daripada manusia. Allah SWT pencipta manusia, Allah SWT yang menurunkan agama Islam, oleh sebab itu tentu saja seluruh konsepsi Islam ini sudah diukur sedemikian rupa sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh manusia. Secra logika bias kita katakan, pabrik mobil di Jerman misalnya bikin mobil yang namanya Mercy, seiring dengan itu dikeluarkannya buku petunjuk, mobil ini bernama Mercy, kecepatan maksimal sekian ratus km/jam, daya angkutnya sekian ratus kilogram,kalau rusak memperbaikinya ini onderdilnya itu, umpamanya. Karena pabriknya yang bikin mobil, lalu pabriknya juga yang mengeluarkan buku petunjuk, tentu buku itu sesuai benar untuk mobilnya. Dan logika mengatakan tidak bisa kita punya mobil Mercy rusak, kita perbaiki dengan buku petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik mobil KIA, tentu saja mobil makin rusak, acak-acakkan dan tidak karu-karuan. Ini artinya jikalau manusia ingin baik, jikalau manusia ingin mencapai sesuatu yang bernama bahagia, dia harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh yang menciptakan manusia tersebut. Dan petunjuk-petunjuk itu telah turun dalam suatu konsepsi yang bernama Islam yang sesuai dengan fitrah manusia.
Yang kedua, oleh karena keyakinannya bahwa Islam sesuai dengan fitrah manusia, iapun bekeyakinan bahwa Islam adalah agama untuk seluruh manusia. Universal, walaupun ia diturunkan di tanah arab, tetapi ia bukanlah agama hanya untuk orang arab semata-mata. Keyakinan ini perlu ditegakkan kembali oleh karena akhir-akhir ini muncul pendapat-pendapat yang menganggap seolah-olah agam itu barang impor. Persilahkan saja karena memang itu keyakinannya, tetapi menganggap agama sebagai barang impor sungguh merupakan suatu kekeliruan yang sangat besar. Bahwa arab sebagian besar memang Islam, jelas. Tetapi Islam bukannya arab itupun harus kita akui! Kita bisa menjadi Muslim yang baik tanpa perlu menjdi orang arab, dengan kata lain kita bisa menjadi Muslim yang baik dengan tetap menjadi warga negara Indonesia yang baik. Bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa arab, oleh karena memang dia turun  di tanah arab. Buktinya apa? Walaupun Qur’an dalam bahasa arab, tidak satupun ayat Qur’an yang ditunjukkan kepada orang arab semata-mata. Tidak ada ayat, “Hai orang-orang arab”, tidak ada! Yang ada malah, “Wahai manusia”, manusia yang mana? Yang mana saja asal merasa manusia. Kalau tidak merasa manusia tidak usah merasa terpanggil! Maka dalam mendasari hidup dengan Islam, kita berkeyakinan Islam adalah agama untuk seluruh manusia.
Yang ketiga, di dalam mendasari hidup dengan Islam kita berkeyakinan Islam adalah agama terakhir yang diturunkan kepad Rasul terakhir. Tidak ada Rasul dan Nabi sesudah Muhammad dan tidak ada agama lagi sesudah agama Islam. Dasar-dasar keyakinan ini melembaga dalam pribadi kita membentuk suatu keyakinan yang mendasari kehidupan ini sehingga tidak suatu problema yang bagaimanpun kecilnya dalam kehidupan yang tidak tersentuh oleh nilai-nilai Islam. Sejak kita tidur sampai kita bangun tidur bahkan tidur itu sendiri dan seluruh kegiatan kehidupan yang kita laksanakan dalam 24 jam, tidak satupun yang tidak tersentuh oleh nilai-nilai Islam. Inilah pandangan hidup Muslim, jawaban seorang Muslim terhadap problema-problema kehidupan yang dihadapinya yang di dalam menjawab problema itu dia Islam oriented. Berorientasi kepada nilai-nilai Islam. Apa kata Islam tentang pekerjaan yang dihadapinya. Halal kata Islam, halal-lah ia katakan, haram kata Islam, haram ia katakan, Islam oriented. Barometer dalam perbuatannya tidak lain daripada nilai-nilai Islam itu sendiri. Dan kemudian di dalam mendasari kehidupan dengan Islam ia berkeyakina Islam adalah satu-satunya agama yang benar, bahasa kerennya “Islam Is The Single One The True Religion Behind The God”.

Senin, 19 September 2011

17 pupuh

Pupuh Sunda

Kumpulan 17 Pupuh Sunda.

Asmarandana

Laras: Salendro
Watek: silih asih silih pikanyaah atawa mepelingan.
1 Pada := 7 padalisan.
Pupuh 1: Asmarandana
Eling eling mangka eling ( 8 engang – vokal i / E-ling-e-ling-
mang-ka-e-ling (jumlah 8), ling panungtung vokalna i)
rumingkang di bumi alam( 8 – a )
darma wawayangan bae ( 8 – e )
raga taya pangawasa ( 8 – a )
lamun kasasar lampah ( 7 – a )
nafsu nu matak kaduhung ( 8 – u )
badan anu katempuhan ( 8 – a )
Panambih:
Eling-eling masing eling
Di dunya urang ngumbara
Laku lampah nu utama
Asih ka papada jalma
Ucap tekad reujeung lampah
Tingkah polah sing merenah
Runtut rukun sauyunan
Hirup jucung panggih jeung kamulyaan
——————-
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 26 Agustus 2004
Sumber:
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]

Balakbak

Watek: pikaseurieun.
1 pada := 3 padalisan.
Pupuh 2: Balakbak
Aya warung sisi jalan rame pisan – Citameng(15-e)
Awewena luas luis geulis pisan – ngagoreng (15-e)
Lalakina lalakina los ka pipir nyoo monyet – nyanggereng (19-e).
Panambih:
Aya warung sisi jalan
Rame pisan ku nu jajan
Tihothat nu ngaladangan
Nu jarajan sukan-sukan
————————-
Laras: Madenda
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 26 Agustus 2004

Dangdanggula

Pupuh 3: Dangdanggula
Mega beureum surupna geus burit
Ngalanglayung panas pipikiran
Cikur jangkung jahe koneng
Naha teu palay tepung
Sim abdi mah ngabeunying leutik
Ari ras cimataan
Gedong tengah laut
Ulah kapalang nya bela
Paripaos gunting pameulahan gambir
Kacipta salamina
Panambih:
Hiji basa, hiji bangsa
Basa bangsa, Indonesia
Hiji bangsa, hiji nusa
Nusa tunggal, Nusantara
Seler-seler, suku bangsa
Di wewengkon, mana-mana
Sakasuka, sakaduka
Wujud bangsa, Indonesia
——————————-
Laras: Pelog, Sorog
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 26 Agustus 2004
Sumber:
[www.angeltowns3.@]

Durma

Pupuh 4: Durma:
Moal ngejat sanajan ukur satapak
Geus dipasti ku jangji
Mun tacan laksana
Numpes musuh sarakah
Heunteu niat seja balik
Najan palastra
Mati di medan jurit
Panambih:
Di mamana si penjajah
Pada amarah marudah
Manan kapok anggur gawok
Najan dituyuk diragut
Nagri sadayana
Umumna ngabela
Nyempad rosa, pulitik penjajah
Tapi nu ngajajah
Teu pasrah, teu sadrah
Terus meres, ngahina ngarinah
———————
Laras: Pelog
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 27 Agustus 2004
Sumber:
[www.angeltowns3.@]
Parantos diedit 1 kali. Editan pamungkas dina 13.10.04 08:59 ku jamparing.

Gambuh

Watek: bingung, samar polah atawa tambuh laku.
1 Pada := 5 padalisan.
Pupuh 5: Gambuh
Ngahuleng banget bingung ( 7 – u )
henteu terang ka mana ngajugjug ( 10 – u )
turug turug harita teh enggeus burit ( 12 – i )
panon poe geus rek surup ( 8 – u )
keueung sieun aya meong ( 8 – o )
Ngahuleng banget bingung
Heunteu terang kamana nya indit
Turug-turug harita teh, enggeus burit
Panonpoe geus rek surup
Keueung sieun, aya meong
Panambih:
Hulang-huleng, hulang-huleng
Ngahuleng ngaraga meneng
Hate ratug, tutunggulan
Heunteu terang, kaler-kidul
Turug-turug, turug-turug
Harita teh, enggeus burit
Panonpoe geus rek surup
Keueung sieun aya meong
———————-
Laras: Pelog
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 27 Agustus 2004
Sumber:
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]

Gurisa

Kaping: 18.07.2003 13:58
Watek: pangangguran, lulucon atawa tamba kesel.
1 Pada := 8 Padalisan.
Pupuh 6: Gurisa
Hayang teuing geura beurang ( 8 – a )
geus beurang rek ka Sumedang ( 8 – a )
nagih anu boga hutang (8 – a )
mun meunang rek meuli soang ( 8 – a )
tapi najan henteu meunang ( 8 – a )
teu rek buru buru mulang ( 8 – a )
rek tuluy guguru nembang ( 8 – a )
jeung diajar nabeuh gambang ( 8 – a)
Hayang teuing geura beurang
Geus beurang rek ka Sumedang
Nagih ka nu boga hutang
Mun meunang rek meuli soang
Tapi najan henteu meunang
Mo rek buru-buru mulang
Rek terus guguru nembang
Jeung diajar nabeuh gambang
Panambih:
Hayang teuing geura beurang
Geus beurang rek ka Sumedang
Nagih ka nu boga hutang
Mun meunang rek meuli soang
Tapi najan henteu meunang
Mo rek buru-buru mulang
Rek terus guguru nembang
Jeung diajar nabeuh gambang
———————-
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 3 September 2004
Sumber:
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]
Parantos diedit 1 kali. Editan pamungkas dina 13.10.04 09:03 ku jamparing.

Juru Demung

Pupuh 7: Jurudemung
Mungguh nu hirup di dunya
Ku kersaning anu agung
Geus pinasti panggih
Jeung dua rupa perkara
Senang paselang jeung bingung
Panambih:
Mungguh hirup di alam dunya
Ku kersaning anu agung
Geus pinasti bakal panggih
Suka bungah jeung kasedih
Dua rupa nu tumiba
Sakabeh jalma di dunya
Senang patumbu jeung bingung
Eta geus tangtu kasorang
—————————-
Laras: Pelog Liwu
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 3 September 2004

Kinanti

Laras: Pelog/Salendro
Watekna: miharep atawa prihatin.
1 Pada := 6 Padalisan
kembang ros ku matak lucu ( 8 – u )
nya alus rupa nya seungit ( 8 – i )
henteu aya papadana ( 8 – a )
ratuning kembang sajati ( 8 – i )
papaes di patamanan ( 8 – a )
seungit manis ngadalingding ( 8 – i )
Pupuh 8: Kinanti
Budak leutik bisa ngapung
Babaku ngapungna peuting
Nguriling kakalayangan
Neangan nu amis-amis
Sarupaning bungbuahan
Naon bae nu kapanggih
Panambih:
Ari beurang ngagarantung
Pinuh dina dahan kai
Disarada patembalan
Nu kitu naon ngaranna
————————
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.com)
Titimangsa: 3 September 2004

Ladrang

Pupuh 17: Ladrang
Aya hiji rupa sato leutik
Engkang-engkang, engkang-engkang
Sok luluncatan di cai
Ari bangun arek sarupa jeung lancah
Panambih:
Coba teguh masing telik
Eta gambar sidik-sidik
Sato naon kitu wanda
Reujeung dimana ayana
————————-
Laras:
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 11 September 2004
Sumber:
[www.angeltowns3.@]

Lambang

Watek: banyol atawa pikaseurieun.
Unggal Pada diwangun ku opat Padalisan.
Pupuh 9: Lambang
Nawu kubang sisi tegal ( 8 – a )
nyair bogo meunang kadal ( 8 – a )
atuh teu payu dijual ( 8 – a )
rek didahar da teu halal ( 8 – a )
Panambih:
Nawu kubang sisi tegal
Nyiar bogo meunang kadal
Nawu kubang sisi tegal
Nyiar bogo meunang kadal
Atuh teu payu dijual
Rek didahar da teu halal
Nawu kubang sisi tegal
Nyiar bogo meunang kadal
Meunang kadal
Atuh teu payu dijual
Rek didahar da teu halal
Da teu halal
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.com)
Titimangsa: 4 September 2004

Magatru

Pupuh 10: Magatru
Majalaya, Ciparay, Banjaran, Bandung
Kopo reujeung Cisondari, Cicalengka, Ujung Berung
Rajamandala, Cimahi
Leles, Limbangan, Tarogong
Panambih:
Sukuna pakepit tilu
Panonna opat harerang
Leumpangna semu nu lesu
Ngalengkah teu bisa gancang
————————-
Laras: Madenda
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 4 September 2004

Maskumambang

Dikintun: koryati (202.51.230.139)
Kaping: 17.02.2004 09:52
Pupuh : Maskumambang
Duh manusa mana kaniaya teuing
teu aya rasrasan
abong ka mahluk nu laip
nyiksa henteu jeung aturan
Hulu abdi karaosna langkung nyeri
tulang asa bejad
tanduk mah pon kitu deui
taya raoskeuneunnana
Na dikinten abdi mo ngarasa nyeri
pedah kabisan
tapi yaktosna mah abdi
ngan bakating kumawula
Oge margi anjeun rupina ka abdi
miwarang jeung maksa
buktina disina jurit
kalawan jeung dihatean
Pileuleuyan dunya pisah sareng abdi
moal bisa panjang
abdi ningal bumi langit
rek mulang ka kalanggengan
jst.

Mijil

Pupuh 12: Mijil
Mesat ngapung putra Sang Arimbi
Jeung mega geus awor
Beuki lila beuki luhur bae
Larak-lirik ninggali ka bumi
Milari sang rai
Pangeran Bimanyu
Panambih:
Aduh Gusti nu Kawasa
Jisim abdi ageung dosa
Pangna abdi gering nangtung
Reh ka sepuh wantun nundung
———————-
Laras: Pelog
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 10 September 2004
Sumber:
[www.angeltowns3.@]

Pangkur

Watek: nafsu, lumampah atawa sadia rek perang.
Unggal Pada diwangun kutujuh Padalisan.
———-
Pupuh 13: Pangkur
Seja nyaba ngalalana ( 8 – a )
ngitung lembur ngajajah milang kori ( 12 – i )
henteu puguh nu dijugjug ( 8 – u )
balik paman sadaya ( 7 – a )
nu ti mana tiluan semu rarusuh ( 12 – u )
Lurah Begal ngawalonan ( 8 – a )
“Aing ngaran Jayapati”( 8 – i )
Panambih:
Euleuh itu budak gembul
Awak gembru bayuhyuh gawena kedul
Ukur heuay jeung nundutan
Ka sakola unggal poe kabeurangan
He barudak tong nurutan
Ka nu gembul kokomoan
Bisi kedul jeung ogoan
Awal akhir katempuhan
————————-
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 11 September 2004
Sumber:
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]

Pucung

Watekna piwuruk, wawaran, atawa mepelingan.
Unggal Pada diwangun ku opat Padalisan.
———
Pupuh 14: Pucung
Estu untung nu bisa mupunjung indung ( 12 – u )
jeung nyenangkeun bapa ( 6 – a )
tanda yen bagjana gede ( 8 – e )
hitup mulus kaseundeuhan ku berekah ( 12 – a )
Lutung buntung luncat kana tunggul gintung
Monyet loreng leupas
luncat kana pager dengdek
Bajing kuning jaralang belang buntutna
Panambih:
Hayu batur urang diajar sing suhud
Ulah lalawora bisi engke henteu naek
Batur seuri urang sumegruk nalangsa
————————
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 11 September 2004
Sumber:
[geocities.@]
[lssitb.f2o.org]
Parantos diedit 1 kali. Editan pamungkas dina 13.10.04 09:27 ku jamparing.

Sinom

Watekna gumbira.
Unggal Pada diwangun ku salapan Padalisan.
Contona :
Di wetan fajar balebat ( 8 – a )
panon poe arek bijil ( 8 – i )
sinarna ruhay burahay ( 8 – a )
kingkilaban beureum kuning ( 8 – i )
campur wungu saeutik ( 7 – i )
kaselapan semu biru ( 8 – u )
tanda Batara Surya ( 7 – a )
bade lumungsur ka bumi ( 8 – a )
murub mubyar langit sarwa hurung herang ( 12 – a )
Pupuh 15: Sinom
Warna-warna lauk empang
Aya nu sami jeung pingping
Pagulung patumpang-tumpang
Ratna Rengganis ninggali
Warnaning lauk cai
Lalawak pating suruwuk
Sepat pating karocepat
Julung-julung ngajalingjing
Sisi balong balingbing, sisi balungbang
Panambih:
Harta pada nareangan
Harti pada narabahan
Harta harti sarwa guna
Pada bisa mere bukti
Bisa hasil sapaneja
Sok nyumponan cita-cita
Harta harti song mangpaat
Dapon diraksa taliti
———————-
Laras: Madenda
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 11 September 2004
Sumber:
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]
Parantos diedit 2 kali. Editan pamungkas dina 13.10.04 09:30 ku jamparing.

Wirangrong

Pupuh 16: Wirangrong
Barudak mangka ngalarti
Ulah rek kadalon-dalon
Enggon-enggon nungtut elmu
Mangka getol mangka tigin
Pibekeleun sarerea
Modal bakti ka nagara
Panambih:
He barudak mangka ngarti
Ulah rek kadalon-dalon
Nungtut elmu jeung pangarti
Masing rajin soson-soson
Pibekeleun hirup tandang
Modal bakti ka nagara
Lemah cai anu urang
Perlu dijaga dibela
——————————
Laras:
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 11 September 2004

Kamis, 25 Agustus 2011

Ceramah Rohani Ramadhan


Marhaban Ya Ramadhan. Saatnya rebah khusu’ untuk merenungi diri. Melepas segala debu hitam yang mengekor hari. Di pintu Ramadhan mari kita ketuk berulang dengan patung hati. Mengabah pada Ilahi untuk penyerahan diri sepenuhnya. Mengharap nur suci menjelma nyata tanpa lagu lagi.
Marhaban Ya Ramadhan. Kini kami hadir, sedang menyiapkan batin untuk menyambutmu. Kami bertekad untuk menyambutmu secara optimal. Kami berharap agar tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Untuk itu kami bertekad agar Ramadhan tahun ini di isi hal-hal yang positif.
Ramadhan jamaknya Ramadhanat atau armada yang berarti “amat panas” nama ini (Ramadhan) diberikan oeh orang-orang Arab pada bulan yang kesembilan karena pada bulan tersebut padang pasir sangat panas oleh terik matahari. Hal ini sesuai dengan kebiasaan bangsa  Arab zaman dahulu dengan memindahkan suatu istilah dari bahasa asing ke bahasa mereka yang sesuai dengan keadaan yang terjadi pada masa tersebut. Misalnya pda ulan keembilan itu udara sangat panas, maka bulan tersebut, mereka namakan Ramadhan. Hal ini sesuai dengan riwayat Muhammad bin Mansur as Sam’ani dari Anas menjelaskan dinamakan Ramadhan lantaran sifat bulan itu membakar dosa. Ceramah Ramadhan : Marhaban ya Ramadhan
Dalam Islam, bulan Ramadhan memiliki makna yang istimewa dan kedudukan yang mulia karena dalam bulan ini banyak peristiwa dan kemuliaan tersebut antara lain sebagai berikut:
  1. Diturunkan Al-Qur’an
  2. Satu-satunya nama bulan yang terdapat dan Al-Qur’an yakni surah Al Baqarah ayat 185
  3. Kemenangan besar yang diraih Rasulullah saw bersama kaum muslimin dalam perang Badar al Kubra (besar) yang membangkitkan semangat umat Islam untuk maju
  4. Fathu makkah, yang ditaklukkannya kota Mekkah oleh kaum muslimin dan dimusnahkan berhala disekitar ka’bah
  5. Adanya Lailatul Qadar (malam yang agung) yang lebih baik dari seribu bulan (QS. Al Qadar: 3)
  6. Diwajibkannya berpuasa (QS. Al Baqarah: 183)
  7. Diangkatnya Nabi Muhammad saw sebagai Rasul Allah SWT ketika ia sedang  berkhalawat di gua Hira
  8. Dilimpahkannya pahala yang sangat tinggi oleh Allah terhadap orang yang melakukan ibadah dan amal shaleh pada bulan ini
  9. Dibukanya pintu syurga dan ditutupnya pintu neraka (H.R. An Nasai dan Ahmad)
  10. Menjadi kafarat terhadap dosa-dosa sampai Ramadhan berikutnya selama itu dosa kecil (HR. Muslim)
  11. Orang yang berpuasa dengan penghayatan yang mendalam di bulan Ramadhan diberikan ampunan atas segala dosanya (HR. Muslim)
Pada akhir bulan Sya’ban Rasulullah saw berkhutbah sebagaimana yang diriwayatkan dari Said bin Musyab dari Salman yang terhitung hadis Marfu’ Rasulullah saw bersabda “Wahai manusia, kelak akan datang menaungimu suatu malam yang lebih baik disbanding seribu bulan. Allah menetapkan puasa dibulan itu sebagai kewajiban dan ibadah sunnah diwaktu malamnya sebagai kesunnahan. Barang siapa melakukan di bulan itu perbuatan-perbuatan baik, maka terhitung seperti orang yang melakukan ibadah wajib di luar bulan itu. Barang siapa mengerjakan ibadah wajib didalamnya, maka seperti orang yang mengerjakan tujuh puluh kali ibadah wajib diluar bulan itu. Bulan itu adalah bulan yang penuh kesabaran, kebaran itu pahalanya adalah syurga, ia adalah bulan yang didalamnya menjadi tempat pertolongan, bulan yang didalamnya terdapat penambahan rezki. Barangsiapa memberi buka kepada orang yang berpuasa dibulan itu baginya memperoleh pengampunan dosa-dosanya, dimerdekakan dari neraka dan baginya memperoleh pahala seperti pahalanya tanpa mengurangi pahalanya (yakni pahala orang yang berpuasa itu) sedikit pun.
Para sahabat bertanya: wahai Rasulullah, bagaimana kalau kami tidak mempunyai sesuatu yang bisa diberikan kepada orang yang berbuka puasa? Rasulullah saw menjawab: pahala itu diberikan Allah kepada orang yang memberi buka puasa, orang yang berbuka puasa sekalipun berupa sebutir kurma atau seteguk air atau campuran susu dengan air. Ia adalah bulan yang permulaannya berisi rahmat, pertengahannya berisi ampunan dan akhirnya  kemerdekaan dari neraka. Ceramah Ramadhan : Marhaban ya Ramadhan
Barangsiapa memberi keringanan tugas-tugas pembantunya (dibulan itu) maka Allah berkenan mengampuni dosa-dosanya dan membebaskannya dari neraka perbanyaklah melakukan empat perkara, dua macam perkara mendatangkan keridhaan dari Tuhanmu dan dua macam perkara lainnya akan membuka kekayaanmu. Dua macam perkara yang pertama mendatangkan keridhan Tuhanmu adalah memperbanyak bacaan syahadat (asyhaduan laa ilaaha illallah) dan mohon ampun kepada-Nya. Adapun dua macam perkara lainnya yang akan membuat kekayaanmu adalah hendaknya kamu memohon syurga kepada Allah dan berlindung kepadaNya dari neraka. Barangsiapa memberi minuman orang yang berpuasa, kelak Allah akan memberinya air minum dari telagaku berupa minuman yang setelah itu tidak akan merasa dahaga selamanya.
An Nahha’i mengatakan “berpuasa sehari dibulan Ramadhan jauh lebih mulia disbanding berpuasa seribu hari diluar bulan itu, membaca tasbih sekali jauh lebih utama disbanding membaca tasbih seribu kali diluar bulan itu, satu rakaat yang dikerjakan didalamnya jauh lebih utama disbanding mengerjakan seribu rakaat diluar bulan itu, memberikan nafkah di bulan Ramadhan pahalanya dilipatgandakan bagaikan mendermakan harta kekayaan untuk fisabilillah.  ‘Wallaahu ‘alam”
Selamat memasuki BBM (Bulan Berkah dan Magfirah) tingkatkan kualitas PREMIUM (PREi Makan dan mInUM) jangan lupa isi Solar (ShOlat LAil yang rajin) serta MINYAK TANAH (MInimal baNYAK TAdarrus dan NAhan amaraH) dan jangan lupa isi PULSA (PUasa Lebih SAbar). Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1432 H. Ceramah Ramadhan.

Selasa, 09 Agustus 2011

AL FATIHAH (PEMBUKAAN)


bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
[1:1] Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.1
 
 
alhamdu lillaahi rabbi al'aalamiina
[1:2] Segala puji2 bagi Allah, Tuhan semesta alam.3
 
 
alrrahmaani alrrahiimi
[1:3] Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
 
 
maaliki yawmi alddiini
[1:4] Yang menguasai4 di Hari Pembalasan5


 
iyyaaka na'budu wa-iyyaaka nasta'iinu
[1:5] Hanya Engkaulah yang kami sembah,6 dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.7
 
 
ihdinaa alshshiraatha almustaqiima
[1:6] Tunjukilah8 kami jalan yang lurus,
 
 
shiraatha alladziina an'amta 'alayhim ghayri almaghdhuubi 'alayhim walaa aldhdhaalliina
[1:7] (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.9